DILEMA USTADZ (suara hati seorang dai), ia berkata :
Aku bangga menjadi pewaris para nabi...
Aku bahagia bisa ikut mengemban tugas para nabi...
Aku bersyukur mengikuti derap langkah para sahabat...
Akan tetapi...sungguh begitu berat tugas dakwah ini, demi Allah sungguh berat rasanya, serasa sedang mendaki gunung yang terjal.
Aku selalu menasihati orang lain...yang seharusnya aku adalah orang yang pertama mengerjakannya, akan tetapi....betapa sering aku terlambat mengerjakannya...bahkan kadang aku tdk mengerjakannya...bahkan yang lebih parah kadang aku menyelisihinya...!!!
Sungguh besar pahala dakwah yang ingin kuraih....akan tetapi sungguh besar pula kemurkaan Allah pada orang yg tdk mengerjakan apa yang ia nasihatkan. Betapa ngeri nasib seorang dai yang melanggar nasehatnya sendiri, usus perutnya terjulur keluar, ia berputar seperti alat penggiling gandum, dipermalukan dihadapan khalayak!!
Meskipun ancaman begitu ngeri aku harus tetap menyampaikan agama ini...
Aku dituntut tuk bisa menghiasi kata-kataku, ceramah, dan tulisanku agar bisa menarik dan mudah diterima masyarakat....akan tetapi aku juga diperintahkan utk ikhlas dalam berdakwah, tdk ujub trhdp dakwahku apalagi mengharap pujian dan sanjungan manusia.
Selasa, 13 November 2012
Curahan Hati Sang Ustadz
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Selasa, November 13, 2012
0
komentar
Label:
Tazkiyatun Nufus
Sabtu, 25 Agustus 2012
Aku Mencintaimu Karena Allah (Uhibbuka Fillah)
حدثنا مسلم بن إبراهيم حدثنا المبارك بن فضالة حدثنا ثابت البناني عن أنس بن مالك
Telah
menceritakan kepada kami Muslim bin Ibraahiim, telah menceritakan
kepada kami Al-Mubaarak bin Fadhaalah, telah menceritakan kepada kami
Tsaabit Al-Bunaani dari Anas bin Maalik:
أن رجلا كان عند النبي صلى الله عليه وسلم فمر به رجل فقال يا رسول الله إني لأحب هذا
Bahwasanya
seseorang sedang berada di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi
wasallam, bersamaan dengan itu ada orang yang lewat di hadapan mereka.
Lantas ia menyatakan: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku benar-benar
mencintai orang ini (yang baru saja lewat)..”
فقال له النبي صلى الله عليه وسلم أعلمته قال لا قال أعلمه قال فلحقه فقال إني أحبك في الله فقال أحبك الذي أحببتني له
..maka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam berkata kepadanya: “Apakah
engkau telah memberitahukan hal tersebut kepadanya?” Ia berkata:
“Belum.” Beliau berkata: “Hendaknya engkau utarakan kepadanya”. Maka ia
langsung mengejar orang itu dan mengatakan “Inni uhibbuka fillah”
(sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah), orang tersebut menjawab:
“Ahabbakalladzi ahbabtani lahu” (Semoga mencintaimu Dzat yang engkau
mencintai aku karena-Nya).
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Agustus 25, 2012
0
komentar
Label:
Adab,
Nasihat,
Tazkiyatun Nufus
Ketika Syaikh Sudais Mengatakan,: "ISTAWUUUU ..."!!
APA YANG TERJADI SAAT SYAIKH SUDAIS MENGATAKAN "ISTAWUUUU ..."??
***********************************************************Salah seorang dai mengajak seorang laki-laki amerika melihat jama'ah masjidil haram.
Dia pun melihat jumlah yang sangat besar. Lalu terjadilah percakapan berikut:
Dai : Menurutmu berapa waktu yang dibutuhkan tuk meluruskan barisan mereka ini ?
Amriki : 2-3 jam.
Dai : Masjidil Haram ada 4 lantai.
Amriki : Kalau begitu, butuh 12 jam tuk membuat mereka membentuk barisan lurus.
Dai : Mereka dari berbagai bangsa dengan bahasa dan tabiat yang berbeda-beda.
Amriki : Kalau begitu, tidak mungkin mereka bisa diatur menjadi berbaris-baris lurus.
......................................
Di saat itu, terdengar suara Syaikh Sudais "Istawuuuuuuu!!"
.......................................
Tidak lebih dari 2 menit seluruh barisan telah rapi !!!!!!!!!!!!
Amriki menjadi terheran-heran.......!!!!!!!!!!!!
=====================================================
Apakah kita telah menghayati salah satu kebesaran umat ini ??
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Agustus 25, 2012
0
komentar
Label:
Kisah
Sabtu, 30 Juni 2012
Arti Sebuah Cinta
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Juni 30, 2012
1 komentar
Label:
Tazkiyatun Nufus
Cinta Sejati Dalam Islam
Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Juni 30, 2012
0
komentar
Label:
Nasihat,
Tazkiyatun Nufus
Langganan:
Postingan (Atom)




