Assalamu’alaikum,
Ustadz, saya akhwat 23 tahun. Saya sungguh menyesal terhadap hubungan
saya dengan seorang ikhwan. Saya menyesal karena telah melakukan dosa
besar (zina). Saya sungguh-sungguh telah bertaubat, memohon ampun pada
Allah ta’ala. Saat ini, ikhwan tersebut pun telah menyesali
perbuatannya, namun dia ingin memutuskan hubungan dengan saya. Padahal,
rencana pernikahan telah disusun. Dia bilang, saya lebih pantas
mendapatkan laki-laki yang lebih baik di bandingkan dengan dia. Karena
dia takut, keturunan kami nanti menjadi keturunan yang sama seperti
orang tuanya.
Saya telah meminta pertanggungjawaban dia untuk menikahi saya dan
membuat semua ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, walaupun saya
tidak sampai hamil dan saya masih perawan, saya merasa tetap dialah yang
wajib bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada kami. Namun,
dia tetap mengatakan bahwa saya lebih pantas bagi laki-laki yang lebih
baik dari dia.
Saya hanya takut, aib ini akan terbongkar jika saya tidak menikah dengan
dia. Saya juga tidak ingin menyakiti laki-laki yang jelas tidak
bersalah untuk menanggung aib saya jika saya menikah dengan orang lain
bukan dengan dia. Saya mohon petunjuk dari ustadz…
Apa yang dapat saya lakukan? Saya hanya benar-benar ingin dia yang
bertanggung jawab, bukan laki-laki lain. Bagaimana caranya saya
menjelaskan ini kepada dia, agar dia paham maksud saya hingga dia mau
menikahi saya? Terimakasih.
Wassalamu’alaikum
Hamba Allah
Sabtu, 23 Juni 2012
Dia Tak Mau Bertanggung Jawab
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Juni 23, 2012
0
komentar
Label:
Problematika Remaja,
Tazkiyatun Nufus
Aqidah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Juni 23, 2012
0
komentar
Profil Radio Rodja 756 AM
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Sabtu, Juni 23, 2012
0
komentar
Kamis, 03 Mei 2012
Menepis Tuduhan Dakwah Salafiyah Dianggap Dakwah Wahabiyah
Benarkah julukan bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Wahhabi ?? benarkah bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Takfiir? untuk mengetahui jawabannya,
Download kajian [11.63 MB]:Menepis Tuduhan Dakwah Salafiyah Dianggap Dakwah Wahabiyah
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Kamis, Mei 03, 2012
0
komentar
Label:
Download Audio,
Manhaj
Selasa, 01 Mei 2012
6 Hal Penting Tentang Hamil di Luar Nikah
6 Hal Penting Tentang Hamil di Luar Nikah
Zina adalah perbuatan yang terlarang dalam semua agama samawi. Karena hinanya dosa zina, Islam mengharamkan segala sebab yang bisa mengantarkan pada perbuatan zina. Salah satunya adalah pacaran. Penyakit akut yang telah menimpa remaja muslim saat ini. Wajar saja, jika saat ini banyak gadis SMA dan mahasiswi yang tidak perawan. Allahul musta’an
Diluar pembahasan dosa zina, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait hamil di luar nikah:
Pertama, Janin Hasil Zina Tidak Boleh Digugurkan
Bagaimanapun proses janin ini muncul, dia sama sekali tidak menanggung dosa orang tuanya. Baik dari hasil zina maupun pemerkosaan. Karena itu, mengganggu janin ini, apalagi menggugurkannya adalah sebuah kezaliman dan kejahatan. Allah berfirman,
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ – بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ
“Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9)
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Selasa, Mei 01, 2012
0
komentar
Label:
Nasihat,
Problematika Remaja,
Tazkiyatun Nufus
Langganan:
Postingan (Atom)


