Minggu, 22 April 2012
Mulia Dengan Manhaj Salaf
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Minggu, April 22, 2012
0
komentar
Label:
Video
Rabu, 04 April 2012
Janganlah Menyepelekan Masalah Hutang
Ruh Seorang Mukmin Tergantung Pada Hutangnya Hingga Dilunasi
Di dalam kehidupan sehari-hari ini, kebanyakan manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang. Sebab di antara mereka ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan. Demikianlah keadaan manusia sebagaimana Allah tetapkan, ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula yang dipersempit rezekinya, tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang atau mencari pinjaman dari orang-orang yang dipandang mampu dan bersedia memberinya pinjaman.
Dalam ajaran Islam, utang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk ekstra hati-hati dalam menerapkannya. Karena utang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga, dan sebaliknya juga menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.
HUKUM HUTANG PIUTANG:
Hukum Hutang piutang pada asalnya diperbolehkan dalam syariat Islam. Bahkan orang yang memberikan hutang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukai dan dianjurkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan disyariatkannya hutang piutang ialah sebagaimana berikut ini:
Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)
Sementara dari Ijma’, para ulama kaum muslimin telah berijma‘ tentang disyariatkannya hutang piutang (peminjaman).
Adapun hukum berhutang atau meminta pinjaman adalah diperbolehkan, dan bukanlah sesuatu yang dicela atau dibenci, karena Nabi r pernah berhutang. (HR. Bukhari IV/608 (no.2305), dan Muslim VI/38 (no.4086)).
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Rabu, April 04, 2012
1 komentar
Label:
Nasihat
Selasa, 06 Maret 2012
Download kajian Nikah
Ust.Ahmad Sabiq - Nikah A - Z_ 01 Kriteria Calon.mp3
Ust.Ahmad Sabiq - Nikah A - Z_ 02 Proses Nikah.mp3
Ust.Ahmad Sabiq - Nikah A - Z_ 03 Tanya Jawab.mp3
Ust.Ahmad Sabiq - Nikah A - Z_ 04 Walimah, Tanya Jawab.mp3
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Selasa, Maret 06, 2012
0
komentar
Label:
Download Audio
Rabu, 29 Februari 2012
Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah
Derasnya gelombang fitnah yang melanda kaum muslimin saat ini membuat sekian banyak kebingungan di tengah umat dan bahkan terbawa oleh arus fitnah tersebut. Sehingga wajarlah kalau timbul berbagai macam kerusakan dan menambah volume fitnah. Mohon terangkan bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi fitnah menurut syariat Islam!
Jawaban:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an Al-Karim,
“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian secara khusus.” [ Al-Anfal: 25 ]
Ayat ini merupakan pokok penjelasan dalam fitnah. Karena itu Imam Al-Bukhary dalam Shahih -nya memulai Kitabul Fitan (kitab penjelasan tentang fitnah-fitnah) dengan penyebutan ayat ini.
Firman Allah Ta’ala, “Takutlah kalian kepada fitnah …,” menunjukkan kewajiban seorang muslim untuk berhati-hati menghadapi fitnah dan menjauhinya dan tentunya seseorang tidak bisa menjauhi fitnah itu kecuali dengan mengetahui dua perkara:
1. Apa-apa saja yang dianggap fitnah di dalam syariat Islam.
2. Pijakan, cara atau langkah dalam meredam atau menjauhi fitnah tersebut.
Jawaban:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an Al-Karim,
“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian secara khusus.” [ Al-Anfal: 25 ]
Ayat ini merupakan pokok penjelasan dalam fitnah. Karena itu Imam Al-Bukhary dalam Shahih -nya memulai Kitabul Fitan (kitab penjelasan tentang fitnah-fitnah) dengan penyebutan ayat ini.
Firman Allah Ta’ala, “Takutlah kalian kepada fitnah …,” menunjukkan kewajiban seorang muslim untuk berhati-hati menghadapi fitnah dan menjauhinya dan tentunya seseorang tidak bisa menjauhi fitnah itu kecuali dengan mengetahui dua perkara:
1. Apa-apa saja yang dianggap fitnah di dalam syariat Islam.
2. Pijakan, cara atau langkah dalam meredam atau menjauhi fitnah tersebut.
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Rabu, Februari 29, 2012
0
komentar
Label:
Nasihat
Senin, 26 Desember 2011
Qodarullah
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh..
Bismillah..
Memang benar ternyata kita hanya bisa berencana dan Allohlah yang menentukan, qodarulloh akh ana telah ada yang mengkhitbah. Mafkn ana jk selama knal ana sdah bnyak slh sm akhy. Trimakash bnyak akhy dah bnyak mmbrkn support sm ana dlm ana mnntut 'ilmu. Smga akhy mendptkn sorg akhwat yang lebih baik nantinya untk mnjd pendmping akhy.. Barokallohi fyk..
***
Wa'alaikumussalaam warohmatullahi wabarokaatuh...iya,ana faham..ma'afin ana juga.slama ini ana udh banyak salah ke anti..smoga dia lebih baik dari ana,.ana seneng klu anti udh dapt apa yg anti harapkan...smoga prosesnya lancar dan tetap smangat menuntut ilmu jangan futur,....wa fiiky barokallah yaa ukhty fillah..***
I'm sad.. Akhy yg ana hrpkn , trnyta Alloh berkhndk laen.. Iya g futur insyaAlloh, mntut 'ilmu adlh kwjbn..***
Smua sudh tertulis di lauhul mahfudz sjak lima puluh ribu tahun sblum Allah menciptakan langit dan bumi....***
Na'am akh.. Tp wjrkn klo kita sad..***
iya wajar aja..tp jangan terlalu berlebihan,.***
Iya. Syukron akhy dh bnyk support ana, snang bgt bs knl sm akhy..***
iya,sama ana juga seneng udh knal anti,.***
Haduuh ana nangis nc***
Ga usah nangis,.baca doa yg Allahumma inni 'abduk,wabnu 'abdik,wabnu amatik,nashiyati biyadik...dst..***
Udah nangis g kuat.. Iya akh. Ywdh met btaktvts assalamu'alaikum..***
Wa'alaikumussalaam warohmatullahi wabarokaatuh...
Diposting oleh
Hery Yana Husen bin Husen bin Alim al-Bakasiy al-Andunisiy
di
Senin, Desember 26, 2011
1 komentar
Label:
Coretanku
Langganan:
Postingan (Atom)


