Kamis, 14 April 2011

Keadaan Hati Diantara Cinta dan Fitnah


Keadaan Hati Diantara Cinta dan Fitnah
Dari Al Faqiir Ilallah Abu Farraas Ihsaanulhaq
untuk saudara-saudariku semua………
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah saja, kita memuji-Nya dan memohon pertolongan dan ampunan-Nya dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan-keburukan diri-diri kita dan dari kejelekan amal-amal kita. Barang siapa telah mendapatkan petunjuk dari Allah maka tidak akan ada yang sanggup menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang sanggup memberinya hidayah.

Aku bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Allah yang Esa dan tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam”. (QS. Al Imran : 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nissa : 1)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS. Al Ahzab : 70-71).

Amma ba’du :

Bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallohu ‘alaihi Wa Sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap perkara yang di ada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan didalam neraka.

Hal yang sangat menarik yang sering kita bicarakan salah satunya adalah menyimak ROMANTIKA CINTA DI DUNIA AKTIVIS DAKWAH. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan yang suci dan lurus, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir, bahkan jatuh tersungkur…. Jatuh tersungkur dan tertimpa tangga karena terkena jebakan interaksi ikhwan-akhwat yang diluar batas. Hal ini bisa muncul disebabkan karena ikhwan dan akhwat memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian DKM, atau berada dalam satu Jurusan di kampusnya…, bisa juga dalam satu kepanitiaan ta’lim rutin mingguan, yang jelas dan sangat jelas……membuat interaksi kerja ikhwan dan akhwat menjadi lebih intens…….teratur…terjaga..insya Allah.

Rabu, 13 April 2011

Koreksi Kitab Ihya 'Ulumuddin

Oleh Ustadz Abdullah Taslim, Lc., M.A. (Lulusan S2 Jurusan Hadits, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)
بسم الله الرحمن الرحيم
Kiranya tidak berlebihan kalau kita mengatakan bahwa kitab Ihya’ Ulumiddin adalah termasuk kitab berbahasa Arab yang paling populer di kalangan kaum muslimin di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
Kitab ini dianggap sebagai rujukan utama, sehingga seorang yang telah menamatkan pelajaran kitab ini dianggap telah mencapai kedudukan yang tinggi dalam pemahaman agama Islam.
Padahal, kiranya juga tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa kitab ini termasuk kitab yang paling keras diperingatkan oleh para ulama untuk dijauhi, bahkan di antara mereka ada yang merekomendasikan agar kitab ini dimusnahkan! (Lihat kitab Siyaru A’laamin Nubala’, 19/327 dan 19/495-496).

Betapa tidak, kitab ini berisi banyak penyimpangan dan kesesatan besar, sehingga orang yang membacanya apalagi mendalaminya tidak akan aman dari kemungkinan terpengaruh dengan kesesatan tersebut, terlebih lagi kesesatan-kesesatan tersebut dibungkus dengan label agama.
Di antara kesesatan besar yang dikandung buku ini adalah pembenaran ideologi (keyakinan) wihdatul wujud (bersatunya wujud Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan wujud makhluk), yaitu keyakinan bahwa semua yang ada pada hakikatnya adalah satu dan segala sesuatu yang kita lihat di alam semesta ini tidak lain merupakan perwujudan/ penampakan Zat Ilahi (Allah Subhanahu wa Ta’ala) – Mahasuci Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala keyakinan rusak ini –.
Keyakinan sangat menyimpang bahkan kafir ini dibenarkan secara terang-terangan oleh penulis kitab ini di beberapa tempat dalam kitab ini, misalnya pada jilid ke-4 halaman 86 dan halaman 245-246 (cet. Darul Ma’rifah, Beirut).
Cukuplah pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berikut ini menggambarkan besarnya penyimpangan dan kesesatan yang terdapat dalam kitab ini, “Kitab ini berisi pembahasan-pembahasan yang tercela, (yaitu) pembahasan yang rusak (menyimpang dari Islam) dari para ahli filsafat yang berkaitan dengan tauhid (pengesaaan Allah Subhanahu wa Ta’ala), kenabian dan hari kebangkitan.

Jumat, 08 April 2011

.: ~ ♥ ♥ ♥ Kutemukan Cinta Dalam Manhaj Salaf ♥ ♥ ♥ ~ :.




إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له من يضلل فلا هاديله، وأشهد أن لا إلـه إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
Segala puji bagi Allah, kita memujinya, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita, barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusan Allah.

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته، ولاتموتن إلاوأنتم مسلمون۝
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali ‘Imran : 102)

يأيهاالناس اتقواربكم الذى خلقكم من نفس وحدة وخلق منهازوجها وبث منهمارجالاكثيرا ونساءۚ واتقوا الله الذى تساءلون به والأرحامۚ إن الله كان عليكم رقيبا۝

“Wahai manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripadanya keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) NamaNya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silahturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa’ :1)

يأيهاالذين ءامنوا اتقوا الله وقولوقولاسديدا۝ يصلح لكم أعملكم ويغفرلكم ذنوبكمۗ ومن يطع الله ورسوله، فقدفازفوزاعظيما۝
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu sosa-dosamu dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzaab : 70-71)

Amma ba’du :
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشرالأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فيالنار.

“Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu ditempatnya di Neraka.”

*Khutbah ini dinamakan khutbatul haajah, yaitu khutbah pembuka yang biasa dipergunakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mengawali setiap majelisnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga mengajarkan khutbah ini kepada para Sahabatnya. Khutbah ini diriwayatkan dari enam Sahabat Nabi Shallallahu ‘alahi wa Sallam . Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud (no. 1097, 2118), an-Nasa-I (III/104-105), at-Tirmidzi (no. 1105), Ibnu Majah (no. 1892), al-Hakim (II/182-183), ath-Thayalisi (no. 336), Abu Ya’la (no. 5211), ad-Darimi (II/142) dan al-Baihaqi (III/214, VII/146), dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini shahih.

Berawal dari beberapa tahun yang lalu. Dulu aku tidak tahu apa itu salaf ataupun salafi. Yang aku tahu bahwa aku beragama Islam dimana berusaha untuk mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para shahabat tanpa jelas paham dari makna sebenarnya.

Selasa, 05 April 2011

Untukmu Wahai para Kiyai...

Siapakah anda wahai kiyai..?apakah stempel surga ada di tanganmu....?anda tidak lebih mulia daripada Abu Bakar,Anas bin Malik,Abu Hurairah..!!!apakah anda lebih mulia daripada Abu Bakar dan Umar..??
OMONG KOSONG..!!!
 

Kamis, 31 Maret 2011

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?


Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?

Untukmu saudariku muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?...gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?
walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?
walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya

katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu